Benarkah MSG Berbahaya?

Benarkah MSG Berbahaya?

MSG biasa kita sebut vetsin atau micin, yang mana bahan ini dijadikan bahan penyedap rasa di dalam makanan agar rasanya lebih enak. Pro-kontra mengenai MSG masih berlanjut sampai sekarang dan berbagai penelitian juga berkembang setiap tahunnya. Kali ini Tanya Gizi akan membahas tuntas mengenai MSG. Penasaran? Yuk disimak selengkapnya Sobat Gizi.

 

MSG atau Monosodium Glutamat merupakan garam natrium yang berasal dari asam glutamat dan banyak digunakan sebagai penyedap rasa makanan. MSG sering kita jumpai di berbagai macam makanan yang telah diproses seperti sup, salad, mayones, sayuran kaleng, makanan ringan, dan makanan beku. MSG juga banyak digunakan sebagai penyedap rasa di berbagai restoran, terutama restoran Asia.

Asam Glutamat sebenarnya dapat ditemukan secara alami diberbagai jenis makanan berprotein, seperti keju, susu, daging, ikan, beberapa jenis sayuran, bahkan air susu ibu. Pada protein hewani mengandung sekitar 11-22 % asam glutamat sedangkan protein nabati mengandung 40 % asam glutamat.

Terbuat Dari Apa MSG ?

MSG pada makanan amankah dikonsumsi
MSG diproduksi melalui ekstraksi bahan alami dan melalui fermentasi – Tanya Gizi

Pada tahun 1908, seorang professor Jepang bernama Kikunae Ikeda menemukan kunci kelezatan pada kandungan asam glutamat. Penemuan inilah yang menambahkan rasa umami didalam makanan, untuk melengkapi 4 jenis rasa sebelumnya yang sudah ada yaitu asam, manis, asin, dan pahit. Rasa umami dalam bahasa Jepang memiliki arti lezat. Sejak penemuan tersebut, Jepang memproduksi asam glutamat melalui ekstraksi dari bahan alamiah dan mulai memproduksi L-glutamic acid melalui fermentasi, biasanya bahan yang digunakan untuk proses fermentasi yaitu pati, gula jagung, gula tetes, gula tebu atau gula bit. L-glutamic acid yang sudah difermentasi inilah yang membentuk MSG menjadi butiran putih mirip garam. MSG sendiri sebenarnya tidak memiliki rasa. Tetapi bila ditambahkan ke dalam makanan, akan terbentuk asam glutamat bebas yang ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan mempresentasikan rasa dasar dalam makanan itu menjadi jauh lebih lezat dan gurih.

Negara-negara di Asia merupakan produsen terbesar MSG, dan Indonesia masuk ke dalam 5 besar produsen MSG terbesar di Asia. Negara kita juga berada di peringkat kedua eksporter MSG terbesar di Asia setelah China. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Persatuan Pabrik Monodosium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia (P2MI), tingkat konsumsi MSG di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Populasi yang mengkonsumsi MSG di Indonesia terbilang cukup tinggi, yaitu 77,8 % dengan rata-rata 0,6 gram/orang/hari. Sehingga penting bagi kita untuk mengetahui MSG secara lebih mendalam.

Adakah Manfaat MSG Di Dalam Tubuh?

Glutamat tidak hanya digunakan sebagai penyedap makanan, namun juga dikategorikan sebagai asam amino esensial. Dimana hal ini memiliki arti bahwa tubuh dapat memproduksi asam glutamat dari mengkonsumsi berbagai jenis makanan sumber protein.

Faktanya, tubuh menghasilkan 50 gram glutamat bebas setiap harinya yang digunakan untuk metabolisme berbagai organ. Pembentukan glutamat secara alami dapat ditemukan di otak, ginjal, hati, dan otot. Glutamat yang berasal dari makanan dan dari MSG memiliki peran yang penting di dalam sistem pencernaan, yaitu berfungsi sebagai sumber energi utama bagi usus.

Glutamat memiliki manfaat dari segi kesehatan yaitu dapat membangkitkan selera makan bagi penderita yang memiliki gangguan nafsu makan, terutama pada usia lanjut atau pada penderita dengan penyakit tertentu. Selain itu, penggunaan MSG sebagai bahan makanan dapat menurunkan asupan garam atau natrium. Ini dikarenakan untuk memberikan rasa yang sama pada 1 sendok teh garam, hanya dibutuhkan 1/3 sendok teh MSG saja.

 

Lalu, Apakah MSG Aman Untuk Dikonsumsi?

MSG pada makanan amankah dikonsumsi
efek samping sakit kepala dapat dialami setelah mengkonsumsi MSG – Tanya Gizi

Badan yang berwenang mengawasi keamanan makanan di US atau FDA mempertimbangan bahwa penambahan MSG ke dalam makanan dapat dikelompokkan menjadi “generally recognized as safe” (GRAS) atau dikelompokkan menjadi makanan yang aman dikonsumsi. Meskipun MSG aman, namun bisa terjadi reaksi jangka pendek pada sekelompok orang yang memiliki sensitifitas tinggi atau alergi terhadap MSG. Beberapa badan pengawasan makanan mensepakati bahwa pada usia anak-anak atau masa pertumbuhan MSG tidak direkomendasikan, karena pada rentang umur tersebut lebih sensitif terhadap efek MSG daripada kelompok dewasa.

Efek yang dapat timbul setelah mengkonsumsi MSG yaitu sakit kepala, migrain, kejang-kejang, mual muntah, berdebar-debar, sesak nafas, dan ruam pada kulit. Selain itu, pada individu yang memiliki asma, konsumsi MSG juga dapat meningkatkan serangan asma tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) menunjukkan bahwa pada beberapa individu yang memiliki sensitifitas (alergi) terhadap MSG, alergi yang diderita dapat timbul apabila mengkonsumsi MSG sebanyak 3 gram atau lebih.

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan FAO (Organisasi Pangan Dunia) telah merekomendasikan MSG sebagai salah satu bahan penguat rasa yang aman untuk dikonsumsi pada individu normal (tidak memiliki sensitivitas tinggi atau penyakit asma). Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa MSG pada makanan sehari-hari, bisa ditambahkan paling banyak sebesar 6 mg/kg berat badan manusia, atau tidak lebih dari 2 gram/hari.

Meskipun begitu, FDA tetap memberikan aturan bagi penggunaan MSG dengan mewajibkan industri makanan memberikan label kandungan MSG jika terdapat penambahan MSG di dalam makanan tersebut maupun glutamat alami yang berasal dari bahan makanan tertentu.

Demikian penjelasan lengkap mengenai MSG, setelah membaca artikel ini diharapkan sobat gizi bisa lebih mengerti dan bijak dalam menggunakan MSG di kehidupan sehari-hari.

 

 

Editing by Editor Tanyagizi.com
Written by Contributor of Tanyagizi.com
Betsi Kusumaningnastiti
Undergraduate Student of Nutrition Science
Diponegoro University
follow writer social media
Instagram Facebook


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *