Ketahui Efek Diet Ketogenik Bagi Tubuh

Ketahui Efek Diet Ketogenik Bagi Tubuh

Diet ketogenik disebut ketosis adalah proses tubuh mengubah asam lemak dalam hati menjadi energi. Hal ini dikarenakan tingginya asupan lemak dalam tubuh sehingga hati akan memecahnya menjadi asam lemak kemudian dihasilkanlah keton yang mana keton tersebut akan diubah menjadi energy dalam tubuh.

Diet Ketogenik – Segala sesuatu yang pertama kali dimulai pasti memberikan efek kepada kita, hal itu juga akan terjadi pada sobat Tanyagizi yang baru memulai diet tertentu. Pada artikel sebelumnya sudah dibahas terkait penjelasan ahli terkait diet ketogenik, sobat Tanyagizi yang belum membaca silahkan klik disini. Pada artikel tersebut sudah dijelaskan bahwa diet ketogenik mampu menurunkan berat badan, pada artikel ini akan dibahas apa saja efek yang terjadi apabila sobat Tanyagizi melakukan diet ketogenik.

EFEK YANG TERJADI SAAT MELAKUKAN DIET KETOGENIK

Diet ketogenik merupakan diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat, sehingga sobat Tanyagizi yang melakukan diet ini pasti akan mengalami efek lemas, pusing, dll. Karena umumnya kita semua yaitu orang Indonesia setiap hari nya mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat, yaitu nasi, kentang, cake, pasta, dll. Yuk disimak efek dan penjelasan yang terjadi pada pelaku diet ketogenik

  1. Penurunan Nafsu Makan

Penurunan nafsu makan terjadi karena meningkatnya efek kenyang akibat konsumsi tinggi protein dan lemak, hal ini akan memberikan efek kontrol terhadap hormon nafsu makan dan kemungkinan menekan nafsu makan karena tubuh mengalami keton.

pusing kepala terjadi pada awal mengikuti diet ketogenik- tanyagizi
       Sakit kepala terjadi pada awal mengikuti diet ketogenik- Tanyagizi
  1. Meningkatnya Jumlah Energy Dalam Tubuh

Ini diakibatkan oleh meningkatnya gluconeogenesis (proses pembentukan glukosa dari sumber yang bukan dari karbohidrat) dan peningkatan lipolysis (pemecahan lemak yang tersimpan di dalam sel lemak). Gluconeogenesis terjadi karena tubuh tidak tersedia karbohidrat yang cukup, sedangkan glukosa dibutuhkan oleh tubuh terutama otak. Efeknya cadangan lemak dan protein akan dipakai untuk menjadi glukosa. Juga terjadi peningkatan lipolysis, hal ini biasa terjadi pada saat kita berpuasa karena tubuh tidak mendapatkan asupan gula atau karbohidrat sehingga cadangan lemak lah yang diubah menjadi energy.

  1. Gangguan Menstruasi Pada Remaja

Pada penelitian yang dilakukan oleh Mady, dkk., 2003 Diet Ketogenik yang dilakukan pada 45 Remaja (12-19 th) yang menderita epilepsy dengan durasi diet 6 bulan sampai 1,2 tahun

Mengalami dampak:

  • 9 anak perempuan (45% peserta perempuan) melaporkan masalah menstruasi, hanya 4 di antaranya telah kehilangan berat badannya
  • 6 anak remaja mengalami amenore
  • 3 anak remaja mengalami pubertas tertunda
  • 1 wanita mengalami menorrhagia setelah penghentian diet
  • 8 mengalami menstruasi kembali normal setelah penghentian diet
  • 2 peserta melaporkan peningkatan pendarahan
  • 2 peserta melaporkan rambut menipis dan / atau rambut rontok
  • 2 peserta memberikan laporan subyektif tentang pertumbuhan tinggi yang tidak sesuai atau pendek
  1. Menyebabkan Konstipasi Dan Beberapa Efek

Penelitian yang dilakukan oleh Yancy, et al., 2004: dengan Durasi pemberian diet ketogenik selama 24 minggu atau 6 bulan pada 120 orang dewasa yang kelebihan berat badan. Pada beberapa partisipan yang diberikan Diet ketogenik menunjukkan efek samping konstipasi, sakit kepala, halitosis, kram otot, diare, kelemahan umum dibandingkan dengan partisipan yang diberikan Diet rendah lemak.

 

efek diet ketogenik tanyagizi
Yancy, et al, 2014 ; efek low carbohidrate dibandingkan low fat diet – Tanyagizi
  1. Perubahan mood

Pada penelitian ini terdapat bukti bahwa diet ketogenik memiliki efek positif pada mood pada partisipan yang kelebihan berat badan . Bahkan selama fase awal dari Diet ketogenik (4 atau 5 hari pertama) partisipan mengeluh lesu, lemas, dan sakit kepala. Tetapi Efek ini berlalu dengan cepat dan subjek kemudian melaporkan suasana hati yang membaik.

 

Itulah efek yang akan dialami oleh sobat Tanyagizi apabila melakukan diet ketogenik. Diet ketogenik dikatakan efektif oleh beberapa penelitian karena efeknya yang dapat menurunkan berat badan, meskipun terdapat efek dalam perubahan mood , menyebabkan konstipasi, serta terjadi gangguan menstruasi remaja pada beberapa partisipan. Namun beberapa peneliti juga mengungkapkan bahwa diet ketogenik lebih efektif dilakukan dibandingkan dengan diet tinggi karbohidrat, karena konsumsi tinggi lemak akan membuat tubuh merubahnya menjadi energy karena asupan karbohidratnya yang sedikit. Sebaliknya apabila kita mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat maka gula darah dalam tubuh akan meningkat serta meningkatkan inflamasi di dalam tubuh yang berakibat inflamasi (peradangan) seperti gangguan kardiovaskular dan diabetes.

Meskipun berbagai penelitian telah meneliti efek jangka pendek dari diet ketogenik dalam mengurangi berat badan pada pasien obesitas, efek jangka panjangnya pada berbagai parameter fisik dan biokimia belum diketahui secara detail.

Semua keputusan di tangan sobat Tanyagizi , jadi apa sobat Tanyagizi akan mencoba diet ini? Comment dibawah yaa

 

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *